Learning how to learn.
Dengan metode baru yang dijalankan di kelas pada NHW#5 ini (seharusnya sudah dijalankan dari awal untuk teknik fasilitator ini, tetapi qo yab gak tega kepada para matrikan baru langsung dicekoki metode heutagogi ini). Alhasil dari materi 1 hingga 4 metodenya masih disuapi seperti guru ke murid, diawal efektif tetapi jika dilihat dari grafik pengumpulan NHW qo yah semakin lama semakin menurin, pun kontennya hanya sekedar menggugurkan kewajiban (kebanyakan).
Alhamdulillah di materi 5, NHW dibuat mendukung untuk proses heutagogi, maka tidak menyiakan kesempatan, metode fasilitasi pun diubah, yang awalnya membuat banyak kehebohan, dan kelas malah cenderung menjadi lebih sepi (rasanya matrikan banyak jadi merenung dan research sendiri mengenai pembelajaran kali ini).
Tetapi ketika NHW direkap, wow MasyaAllah hasilnya malah pada keren-keren, presentase pengumpulan NHW meningkat dan konten NHW pun lebih berbobot dengan banyak mencantumkan sumber referensi, terbukti metode ini memaksa matrikan untuk mencari sendiri hasanah ilmu ini dari referensi lain.
Dan kondisi ini merefleksikan proses fasilitasi kepada proses pembelajaran anak-anak, biarkan mereka bereksplorasi, tugas orang tua bukan mengajarkan tetapi mendampingi.
Alhamdulillah, kali ini fasilitator menang banyak lagi, baik dari proses, dari materi, juga dari inputan baru yang diberikan oleh matrikan dari setiap NHW nya.
MasyaAllah 😍.
Dengan metode baru yang dijalankan di kelas pada NHW#5 ini (seharusnya sudah dijalankan dari awal untuk teknik fasilitator ini, tetapi qo yab gak tega kepada para matrikan baru langsung dicekoki metode heutagogi ini). Alhasil dari materi 1 hingga 4 metodenya masih disuapi seperti guru ke murid, diawal efektif tetapi jika dilihat dari grafik pengumpulan NHW qo yah semakin lama semakin menurin, pun kontennya hanya sekedar menggugurkan kewajiban (kebanyakan).
Alhamdulillah di materi 5, NHW dibuat mendukung untuk proses heutagogi, maka tidak menyiakan kesempatan, metode fasilitasi pun diubah, yang awalnya membuat banyak kehebohan, dan kelas malah cenderung menjadi lebih sepi (rasanya matrikan banyak jadi merenung dan research sendiri mengenai pembelajaran kali ini).
Tetapi ketika NHW direkap, wow MasyaAllah hasilnya malah pada keren-keren, presentase pengumpulan NHW meningkat dan konten NHW pun lebih berbobot dengan banyak mencantumkan sumber referensi, terbukti metode ini memaksa matrikan untuk mencari sendiri hasanah ilmu ini dari referensi lain.
Dan kondisi ini merefleksikan proses fasilitasi kepada proses pembelajaran anak-anak, biarkan mereka bereksplorasi, tugas orang tua bukan mengajarkan tetapi mendampingi.
Alhamdulillah, kali ini fasilitator menang banyak lagi, baik dari proses, dari materi, juga dari inputan baru yang diberikan oleh matrikan dari setiap NHW nya.
MasyaAllah 😍.
Komentar
Posting Komentar